Judul Buku : Ayah
Penulis : Andrea Hirata
Cerita : Fiksi Indonesia
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Cetakan kelima : Agustus 2015
Jumlah Halaman : 392 hal
Novel karya Andea Hirata memang selalu
menculik perhatian hal layak ramai, tidak terkecuali saya. Laskar
pelangi yang pernah buming dimasanya, sampai-sampai diterjemahkan
kedalam berbagai bahasa dan kini laris dimana-mana.
Tidak bisa dipungkiri, tangan cantik
Andrea Hirata mampu membuahkan karya-karya yang menarik untuk dibaca.
Tidak terkecuali karya terbarunya yang berjudul “Ayah”. Diterbitkan
ditahun 2015, pada bulan agustus sudah mencapai cetakan kelima.
Buku Novel fiksi Indoneisa yang berjudul
“Ayah” ini menceritakan tentang perjuangan seorang laki-laki muda
bernama Sabari. Pemuda yang baru saja memasuki bangku SMA, kemudian
dipertemukan dengan seorang perempuan yang membuat dia tergila-gila.
Marlena namanya, wanita dengan mata yang memesona hati pemuda itu,
hingga dia sukar untuk melupakannya. Sampai pada akhirnya setelah
melewati jalan panjang untuk mendapatkan Marlena pemuda lusuh itu
berhasil menikahinya, namun bukan karena cinta, tapi karena paksaan
orang tua Marlena.
Tidak butuh waktu lama, merekapun
dikarunia anak laki-laki Zorro namanya, nama aslinya Amiru, seorang anak
cerdas. Dalam kisahnya Zorro dipisahkan dari kasih sayang ayahnya
Sabari selama delapan tahun lamanya, samapai Sabari hampir gila. Meski
demikian ayah yang merindukan kedatangan anaknya itu tidak jadi gila,
karena Amiru teah kembali. Dia tumbuh cerdas seperti Sabari, pandai
memainkan kata, membuat untaian puisi yang mampu membelalakan mata para
pendengarnya.
Begitulah gambaran cerita yang disajikan
dalam novel berjudul “Ayah” ini. Novel yang mengisahkan kasih sayang
seorang pemuda yang tumbuh tua dengan cintanya terhadap perempuan yang
sama sekali tidak mengharap kehadirannya, hingga cinta dan kasih
sayangnya mengalir pada anaknya. Sebuah perjuangan yang mengharukan,
antara tekad, keinginan, penolakan, persahabatan dan kasih sayang,
bercampur dengan sempurna dalam novel ini. Dengan berlatarkan tempat di
belitung, Andrea Hirata mempertahankan keasrian cerita yang dikaitkan
dengan tanah kelahirannya.
Tutur yang digunakan dalam novel ini
tidak berbelit-belit, pembaca akan dengan mudah memahaminya, asalkan
jangan ada satu bab pun yang terlewatkan. Karena cerita yang disajikan
diawal memiliki dua tokoh berbeda, namun pada akhirnya tokoh utamanya
adalah seorang ayah yaitu Sabari.
Novel ini sangat cocok dinikmati oleh
para orang tua dan kaum muda yang sedang siap-siap menjadi orang tua.
Bahwa kasih sayang seorang ayah tak kalah besar dari kasih sayang
seorang ibu terhadap anaknya. Bahwa cinta itu bukan hanya dikata-kata,
atau diindahnya puisi, namun cinta itu butuh tindakan dan kesungguhan
untuk mendapatkannya.

